Jumat, 26 Juli 2013 1 comments

Ramadhan: Momentum Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Tak terasa saudaraku, ramadhan telah menapakkan kakinya di malam ke-17. Malam dimana menurut beberapa mufashirin bahwa kitab yang mulia -Al Quran- "diturunkan". Apabila seseorang bertanya kepada kita, bagaimanakah kualitas dan kuantitas ibadah mu hingga malam ini? Bagaimana jika seseorang yang bertanya itu adalah seorang manusia paling mulia sejagad, dia yang kelahirannya membawa rahmat bagi seluruh alam ini? Rasulullah Muhammad saw. Lalu, seandainya ibadah kita sedikit, beliau bertanya kembali: Tidakkah engkau wahai fulan/fulanah ingin bersama ku di surga kelak?. Apa jawaban kita saudaraku? Bagaimana perasaan kita ditanya seperti itu???

Ketahuilah saudaraku, ramadhan merupakan suatu bulan yang penuh dengan kesempatan emas! Tiada bulan yang memiliki keutamaan sebanyak ini selain bulan ramdhan.

Mari kita simak sebuah hadits yang mengajarkan kepada kita, betapa pentingnya sebuah kesempatan emas.
Abu Hurairah RA berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Segolongan umatku akan masuk surga sebanyak 70 ribu yang wajah mereka bersinar bagaikan rembulan.’ Maka, berdirilah Ukasyah bin Muhshin al-Asady seraya mengangkat tangan lalu berkata, ‘Doakan untukku Ya Rasulullah agar aku termasuk golongan mereka.’

Lalu Rasulullah berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah dia dari golongan ini.’ Lalu, seorang dari golongan Anshar berdiri dan berkata, ‘Ya Rasulallah, doakan agar aku termasuk golongan mereka juga.’ Rasulullah bersabda, ‘Engkau telah didahului Ukasyah.’” (HR al-Bukhari, lihat as-Sunan al-kubra karangan al-Baihaqi, juz X, hlm 139).

Hal yang menarik dari hadis ini dalam konteks Ramadhan adalah kesempatan Ukasyah yang dimasukkan dalam segolongan umat yang masuk surga dengan wajah yang bersinar bagaikan rembulan atau golongan yang masuk surga tanpa hisab. Sedangkan, orang Anshar yang minta didoakan setelah Ukasyah ditolak Rasul dengan bahasa yang halus karena kesempatan emas sudah diambil Ukasyah.

Kesempatan emas adalah salah satu faktor penting bagi manusia untuk menggapai kesukesan dalam hidup di dunia dan juga akhirat. Boleh jadi seorang akan menyesal selamanya karena tidak segera menggunakan peluang emas.

Betapa banyak manusia gagal karena tidak menggunakan kesempatan yang melewatinya. Ramadhan adalah bulan istimewa di mana Allah memberikan peluang banyak untuk mencapai derajat tinggi di dunia dan di surga kelak.

Di antara kesempatan emas itu, pertama, kesempatan untuk diampuni dosa-dosanya yang terdahulu melalui puasa Ramadhan. Qiyam Ramadhan dan qiyam pada Lailatul Qadar bila dilakukan dengan dasar imaanan wa ihtisaaban. (HR an-Nasa’i, no 2503 dan 2504).

Dan, setiap hari malakat-malaikat memintakan ampunan bagi mereka saat berpuasa sampai berbuka orang-orang puasa diampuni dosa-dosa mereka pada malam terakhir bulan Ramadhan. (HR Ahmad, al-Bazzar, al-Baihaqi).

Kedua, kesempatan untuk dilipatgandakannya amal-amal kita, termasuk beribadah pada malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. Ketiga, peluang untuk mendapatkan doa-doa mustajab. “Orang yang berpuasa saat berbukanya memiliki doa mustajab yang tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah dan al-Baihaqi). Lihat juga QS al-Baqarah [2]: 186).

Keempat, peluang untuk mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan saat berbuka dan kesenangan saat berjumpa dengan Allah. (HR at-Tirmizi). Kelima, peluang  untuk mendapatkan surga melalui puasa. “Bagi orang berpuasa pintu di surga yang disebut ar- Rayyan yang tidak dimasuki kecuali oleh mereka bila yang terakhir sudah masuk, maka pintu akan ditutup.” (HR an-Nasa’i).

Di sana masih banyak peluang bagi umat Islam pada bulan Ramadhan ini untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat tanpa batas. Sungguh Ramadhan adalah bulan agung penuh berkah. Barang siapa yang tidak menggunakan peluang emas di dalamnya pasti akan menyesal selama-lamanya.

“Ya Allah jadikanlah kami orang yang memaksimalkan Ramadhan untuk menggapai rahmat-Mu, ampunan-Mu, dan dilepaskan dari siksa neraka.” Amin.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Sumber: saduran dari tulisan KH Prof Achmad Satori Ismail: Republika Online Kamis, 26 Juli 2013 pkl. 00.00 Wib.
Minggu, 17 Februari 2013 2 comments

Ekspedisi Gunung Sibayak (2,197 m dpl) Tanah Karo, Sumatera Utara

G. Sibayak (2,197 m dpl)
"Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik." QS. Lukman:10.

NB: Silahkan mulai membaca dari bawah :)

Alhamdulillah. Waktu tiba: 14.36 Wib.
Akhirnya, alhamdulillah kawah yang melangitkan asap belerang. Memang menguji ketajaman penciuman :D
Di puncak juga ada Ultraman :D
Kami diselimuti awan.
Nah, itu puncaknya sudah tampak.
Tak lupa abadikan momen ini bersama, karena kita keluarga :)
Istirahat dulu bro! Minum jahe hangat di suasana sejuk. Slurrp.. :)
Tampaknya vegetasi telah berubah, diawali dengan hutan hujan tropis lalu kami sampai di tanjakan batu cadas. Semangat tetap membara !
Nah, akhirnya setelah sekian lama mendaki akhirnya istirahat juga. Muka lelah tapi niat di hati pantang menyerah.
 
Assalamu'alaikum saudaraku :)
Alhamdulillah petualangan kali ini berada di G. Sibayak Sumatera Utara Indonesia. Gunung dengan ketinggian 2,197 m dpl ini akan kami taklukkan.
Mari baca basmallah, kuatkan niat, dan pasang jaketmu kita akan mulai mendaki.
Waktu pendakian: Sabtu, 26 Januari 2013 pkl. 12:10 Wib.

Sabtu, 16 Februari 2013 0 comments

MTQ Mahasiswa Universitas Malikussaleh 2012


 Ki-ka atas: Agus, Rizki, Mayang, Dizi, Chaira, Hedya
Ki-ka bawah: Rahmad, Eko, Fikri, Fadlan

Pada hari Selasa-Rabu, 27-28 November 2012 diselenggarakan perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat mahasiswa Universitas Malikussaleh ke III di kampus Bukit Indah, Blang Panyang, Lhokseumawe. 

Perhelatan MTQM ini pertama kali dilakukan pada tahun 2008 dengan memperebutkan piala rektor Universitas Malikussaleh. Piala rektor ini diperebutkan oleh 4 Fakultas, yaitu; FT, FE, FISIP, dan FP serta Prodi Pendidikan Dokter di lingkungan Universitas Malikussaleh. Ada pun Fakultas Teknik berhasil meraih juara umum pada dua perhelatan terakhir MTQM ini.

MTQM III Unimal ini melombakan beberapa cabang, seperti Tilawatil qur’an; Tartilil qur’an; Qira’at saba’ah; Hifzil qur’an 1 dan 2 juz; Fahmil qur’an; Syarhil qur’an; Khattil qur’an; Debat ilmiah kandungan Al-qur’an dalam bahasa Inggris dan Arab; serta Karya tulis ilmiah Al-qur’an.
Kafilah dari sejumlah Fakultas dan Prodi Pendidikan Dokter bersaing memperebutkan tempat terbaik. Ada pun kafilah dari Prodi Pendidikan Dokter Unimal mengikuti 7 cabang perlombaan yang terdiri dari:

1.       Tartilil qur’an oleh Rizki Ichwan ‘12
2.       Hifzil qur’an 1 juz oleh Hedya Nadhrati Surura ’12 dan Zafira Ainillah ‘12
3.       Fahmil qur’an oleh Agustiawan ’12, Rahmat Saleh ’12, dan Mayang Sari ‘12
4.       Syarhil qur’an oleh Abdi Kumala ’11, T. Fadli Nazwan Sani ’11, dan Lailatul Azizah ‘11
5.       Debat ilmiah kandungan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris oleh M. Fikri Fadli ’10, Eko Alperio Almi ’10, Chaira Khuntum ’10, dan Dizi Bellari Putri ‘10

Setelah dilakukan perlombaan, maka ditetapkanlah juara 1, 2, dan 3 pada setiap cabang. Fakultas Teknik berhasil meraih juara umum dan mendapatkan piala rektor Universitas Malikussaleh. Kafilah Prodi Pendidikan Dokter Unimal juga berhasil menorehkan prestasi yaitu juara 1 pada cabang Fahmil qur’an serta juara 1 dan 2 pada cabang debat ilmiah kandungan Al-qur’an dalam bahasa Inggris.

Hal itu merupakan langkah yang baik, mengingat Prodi Pendidikan Dokter Unimal baru  berusia 5 tahun.  Semoga pada MTQM IV Unimal nantinya kafilah Prodi Pendidikan Dokter Unimal meraih tempat terbaik disemua cabang dan meraih juara umum. Semua itu dapat tercapai tentunya dengan niat yg tulus, berusaha gigih, dan meminta pertolongan kepada Allah swt.
Rabu, 08 Agustus 2012 2 comments

IMSS 2012: Kita Tidak Sendiri Kawan


Assalamu'alaikum sahabat :)
IMSS 2012 atau yang lebih dikenal dengan FSLDKN XVI dengan tema "Youth. Leadership. Better world.", merupakan ajang dua tahunan sebagai wadah untuk silaturrahim pemuda muslim bukan hanya di Indonesia tetapi sedunia. Ya, kali ini ITB terpilih mengemban amanah menjadi tuan rumah perhelatan akbar yang diadakan pada tgl. 15 - 18 Juli 2012.

Kami bersama Akh Wiharsa (LO)

Atas dasar acara tersebutlah, maka 5 orang pemuda -Eko, Hafizh, Reza, Fikri dan Bang Muhardiansyah- dari tanah pase mengayunkan langkah dan menapakkan kaki di bumi Pasundan pada pagi hari tgl. 14 Juli 2012.
Puskomda Aceh

Hari pertama, pembukaan IMSS 2012 di gedung Sasana Budaya Ganesha -Sabuga- ITB sungguh sangat meriah, sebelum acara dimulai peserta dipersilahkan duduk mengisi bangku disisi kanan dan kiri tribun. Pada layar depan ditampilkan twit-twit dari twitter yang mengomentari acara IMSS 2012 (@imss_2012) dengan menggunakan aplikasi visible tweets, sehingga ada peserta yang senyam-senyum ketika tweet-nya tampil di layar. Saya pikir ini bisa dibawa pulang ke Aceh, jadi bila ada acara, peserta ada hiburan sambil menunggu persiapan acara.

Gema takbir pun membahana, tak tanggung-tanggung ada sekitar 1.700 lebih peserta yang mengikuti acara ini. Gema takbir bersahutan dari sudut ikhwan/putra, mau pun dari sudut akhwat/putri. Bergetar Sabuga, bergetar juga hati ini. Allahu akbar !!!.

Prof. Akhmaloka, Rektor ITB
 Akhirnya dengan mengucap basmalah, Prof. Akhmaloka, Rektor ITB membuka acara ini. Maka dimulailah perjalanan ukhuwah antara satu universitas dengan universitas lain, satu suku dengan suku lain, satu negara dengan negara lain dalam satu payung kalimat Lailahaillallah Muhammad Arrusulullah.

Hari kedua dan ketiga, dilanjutkan dengan seminar IYIL (Indonesian Young Islamic Leader) oleh Bapak Dahlan Iskan, Menteri BUMN, dan Ibu Tri Mumpuni, pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) serta IYIL Awards merupakan ajang penganugerahan kepada pemuda muslim Indonesia yang inovatif dan produktif. Satu nominator yang sungguh mengesankan buat saya adalah, beliau berasal dari Univ. Andalas Padang yang dahulunya Muallaf, tetapi sekarang menjadi prajurit Allah swt dalam menegakkan panji Islam bersama kita.
Akh Hafizh bersama logo IMSS 2012

Lalu, dilanjutkan dengan Islamic fair yang diisi oleh bedah buku dari penulis ternama seperti Ust. Salim A. Fillah, Ust. Habiburrahman El-Shirazy, Bunda Helvy Tiana Rosa, Ust. Abu Syauqi, dll; sekolah LDK, yang membahas materi ke-LDK-an; sidang komisi FSLDK; dan International conference (IC) yang dihadiri sahabat dari 7 negara; Malaysia, Bangladesh, Filipina, Taiwan, Senegal, Mesir, dan Myanmar. IC ini membahas tentang bagaimana menghapuskan Islamophobia yang tengah melanda dunia, pada akhirnya IC mengeluarkan piagam yang menyatakan bahwa pemuda muslim seluruh dunia menolak tegas akan islamophobia di dunia ini.

Pembacaan piagam IC

Dalam perjalanan dari asrama menuju ITB

Malam keakraban warga wisma PU


Malam harinya, karena penginapan peserta IMSS 2012 dibagi ke beberapa tempat, salah satunya adalah Wisma PU di Jalan Riau/RE. Martadinata. Kami bersama peserta yang lain menginap di tempat ini. Saling silaturrahim sesama warga PU, begitu kami memanggilnya, bertukar informasi dan ide dari masing-masing LDK. Begitu dekat rasanya, ternyata kita tidak sendiri kawan. Ada saudara-saudara kita di seluruh penjuru negeri yang sama-sama berjuang di bawah panji Allah swt ini. Semangatlah!!!

5 Pemuda, 1 Bendera

Foto bersama ADK se-Nusantara


Hari ke-empat, diadakan penganugerahan Indonesian Young Muslim Creation (IYMC), diberikan kepada pemuda muslim yang sukses dalam 3 kategori yaitu pengembangan inovasi -Jelly anti-ngantuk (Gelicaf), Pemberdayaan Masyarakat -Agroforestry, dan kewirausaahan -Usaha mainan anak, deep teens. Masing-masing kategori merupakan inovator dibidangnya.

Aksi solidaritas Palestina di Monumen Perjuangan - Bandung


Akhwat tangguh pembawa bendera Palestina


Beragam warna, satu cita-cita

Setelah itu, panji-panji LDK seluruh Indonesia pun mengudara, barisan ikhwan dan akhwat pun mengular, pekikan takbir pun membahana, bergetar bumi Ganesha, bergetar bumi Pasundan. Ya, aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Palestina diadakan di Monumen Perjuangan Bandung. Bendera Palestina besar diarak sepanjang jalan dari ITB ke Monumen Perjuangan. Aksi solidaritas yang menyatakan, "Kaum muslimin mengutuk perbuatan zionis Israel yang menindas saudara muslim di Palestina".


Akh Fikri berorasi untuk Palestina


Tausiah dari Bapak Heryawan, Gubernur Jawa Barat


Akhirnya, ada pertemuan tentu ada perpisahan. Begitu pula IMSS 2012, ditutup dengan tausiah semangat oleh Gubernur Jawa Barat, Bapak Heryawan serta pelepasan balon udara berwarna hijau, merah, putih, dan hitam yang merupakan warna dasar dari bendera Palestina; serta do'a rabithah yang syahdu, semoga jalinan ukhuwah ini langgeng hingga sampai di surga Allah swt nantinya, amin.

Jumat, 06 April 2012 0 comments

Ilmu dan Cara Mendapatkannya

Oleh KH. T. Zulkarnain, Anggota MUI Pusat.
Senin, 5 Jumadil Awal 1431 H / 19 April 2010

Ilmu adalah pemberian Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hamba yang diinginkan-Nya. Usaha manusia untuk mendapatkan ilmu diwajibkan oleh Allah dalam beberapa hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Artinya, manusia berdosa jika meninggalkan usaha dalam mendapatkan ilmu itu. Sebaliknya, jika usaha sudah dilakukan, sementara ilmu itu tidak juga dapat dikuasai, maka orang tersebut sudah terhindar dari kesalahan, sebab yang wajib adalah menuntut ilmu, bukan mendapatkannya. Adapun mendapatkan ilmu, semata-mata hanyalah karunia Allah saja.

Dengan demikian janganlah merasa kecewa dan putus asa jika seseorang sudah belajar suatu ilmu tertentu pada waktu yang lama, ternyata orang itu gagal menguasai ilmu tersebut. Ini bukan lagi salahnya, akan tetapi memang Allah tidak berkenan memberikan ilmu itu padanya.

Dalam kenyataan hidup ini banyak kita jumpai orang yang belajar membaca Al-Qur’an, misalnya, sudah bertahun-tahun melakukannya dengan sungguh-sungguh, namun ternyata hasil yang dia peroleh tidak sesuai harapan. Dia tetap saja tidak dapat mengucapkan huruf-hurufnya dengan fashih, dan banyak melakukan kesalahan dalam tajwid dan waqaf-ibtida’nya. Kenapa bisa terjadi? Tidak lain karena tidak diberikan oleh Allah.

Hal ini sudah Allah jelaskan dalam surat Bani Israil ayat 85 :

Artinya:   “Dan tidaklah kamu diberi ilmu pengetahuan kecuali sedikit saja”

Bagaimanakah cara mendapatkan ilmu itu?
Ilmu itu dapat diperoleh oleh seseorang dengan melalui beberapa jalan. Tidak seperti yang sering dianggap oleh kebanyakan orang bahwa satu-satunya jalan untuk mendapatkannya adalah dengan belajar dan menuntutnya . Di antara cara mendapatkan ilmu itu antara lain :

1.       Belajar, dan menuntut ilmu tersebut dari orang lain.
Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :
Artinya : “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan .”

Dalam hadits yang lain :
Artinya : “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah membuatnya berjalan di salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridha kepada pencari ilmu. Sesungguhnya orang berilmu dimintakan ampunan oleh makhluk yang berada dia langit dan bumi, serta ikan di tengah hari. Sesungguhnya keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada saat purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, namun mewariskan ilmu. Barangsiapa mendapatkannya, ia mendapatkan keuntungan yang besar.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ad Darimi)

2.       Diajarkan langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa diajarkan oleh orang lain.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala  dalam Surat Al Baqarah ayat 31 :
“Dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar.”

3.       Ilmu didapat dengan beramal.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
Artinya: “Barangsiapa mengamalkan satu ilmu yang telah diketahuinya, maka Allah mewariskan kepadanya ilmu-ilmu lain yang sebelumnya dia tidak tahu.” (HR. Abu Nu’aim).
Tidak heran jika banyak orang-orang sholih yang rajin beramal dianugerahi Allah banyak ilmu sebagai buah amal yang rajin dilakukannya bertahun-tahun. Ilmu yang tidak diperoleh oleh orang-orang yang banyak bicara dan berdebat dengan orang lain!

4.       Ilmu didapat dengan bertaqwa.
Firman Allah Subhanallahu Wa Ta’ala Surat Al Baqarah ayat 282:
          Artinya: “Dan bertaqwalah kepada Allah dan Allah akan mengajarimu. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

5.       Ilmu dapat diperoleh dengan diajarkan oleh makhluk lain
Di zaman dahulu ketika manusia baru pada generasi pertama, telah terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Qabil, salah satu putera Nabi Adam Alaihissalam, terhadap saudara kandungnya yang sholih, Khabil. Setelah Qabil membunuh saudaranya itu, dia ketakutan dan kebingungan karena tidak tahu bagaimana caranya mengamankan tubuh saudaranya yang sudah menjadi mayat itu. Tiba-tiba dengan perintah Allah turunlah sepasang burung gagak yang saling tempur di depannya, kemudian salah seekor dari gagak itu mati. Kemudian gagak yang menang menggali lubang serta menguburkan gagak yang mati. Maka, terkesimalah Qabil dan dia pun mendapatkan ilmu dari burung itu. Kisah ini ada dalam Al-Qur’an surat al Maidah ayat 30-31.

Beberapa jurus-jurus bela diri terkenal dari mancanegara banyak yang dipelajari dari cara binatang berkelahi, seperti jurus kucing, jurus harimau, jurus bangau, jurus ular dan lain-lain sebagainya.

Dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ada dikisahkan beberapa orang sahabat nabi, justru mendapatkan ilmu sebab diajari oleh syaitan. Kisah tersebut antara lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu telah berkata dia :

“Aku ditugaskan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menjaga hasil zakat pada bulan Ramadhan.Tiba-tiba datanglah seseorang kepadaku, dan mengambil sedikit dari zakat itu, maka aku menangkapnya seraya berkata, ”Kamu akan kuadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.” Orang itu berkata, “Biarkan aku. Sesungguhnya aku orang miskin, punya banyak anak, dan sangat membutuhkan. Maka aku pun melepaskannya. Pada keesokan harinya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Hai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu kemarin ?” Aku menjawab, “Ya Rasulullah, dia mengadukan kemiskinannya dan kelurganya yang banyak, maka aku kasihan dan aku membebaskannya.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya orang itu berdusta kepadamu, dan dia akan kembali.”

Saya sadar bahwa orang itu akan kembali karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakannya. Maka aku pun mengintipnya. Ternyata ia datang untuk mengambil makanan. Maka aku menangkapnya lagi seraya berkata, “Sungguh aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.” Dia berkata, “Lepaskan aku. Sesungguhnya aku sangat membutuhkan dan punya keluarga yang banyak, saya tidak akan kembali.” Maka aku pun mengasihaninya dan membebaskannya lagi. Keesokan harinya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Hai Abu Hurairah, apa yang telah dilakukan tawananmu kemarin ?” Saya menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan kemiskinan dan jumlah kelurganya yang banyak, maka aku pun kasihan dan membebaskannya lagi.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya dia berdusta kepada mu dan dia akan kembali.”

Maka pada yang ketiga kalinya aku mengintipnya kembali. Dia datang mengambil makanan. Segera aku menangkapnya seraya aku berkata, “Sungguh aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah. Ini adalah yang ketiga kalinya kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan kembali, namun nyatanya engkau kembali lagi.” Dia berkata, “Biarkan aku mengajari mu beberapa kalimat yang dengannya kamu akan beroleh manfaat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” Saya bertanya, “Kalimat apakah itu ?” Dia berkata, “Apabila kamu hendak tidur maka bacalah ayat kursi, “Allah, Tiada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal dan terus menerus mengurus makhluknya….” Dia membaca hingga akhir ayat. “Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan senantiasa menurunkan pelindung bagimu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi”. Maka aku pun membebaskannya. Keesokan hari, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Apa yang telah dilakukan oleh tawanan mu kemarin?” Saya menjawab, “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dia telah mengajariku beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberiku manfaat, maka aku pun melepaskannya”.  Beliau bertanya, “Kalimat apakah itu ?” Dia berkata kepadaku, ”Apabila kamu akan tidur, maka bacalah Ayat kursi dari awal hingga dia menyelesaikan ayat “Allah, tiada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya…“ Dia berkata kepadaku, “Allah akan senantiasa menurunkan pelindung bagimu dan syaitan tidak akan mendekatimu hingga pagi.” Para sahabat sangat menyukai kebaikan. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Dia telah berkata benar kepadamu, dan sebenarnya dia adalah pendusta. Hai Abu Hurairah, tahukah dengan siapa kamu berbicara selama tiga malam itu ?” Saya menjawab, “tidak.” Nabi bersabda, “Dia adalah Syaitan.”  (HR. Bukhari) .
         
Hadits ini menunjukkan bahwa apabila Allah berkehendak, maka Dia mampu untuk memerintahkan siapa saja, bahkan termasuk syaitan sekalipun untuk memberikan ilmu dan pelajaran kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.
          Kisah yang senada dengan kisah di atas pernah dialami oleh beberapa shahabat Nabi yang berbeda. Silakan ruju’ pada kitab Tafsir Ibnu Katsir keterangan pada ayat kursi, surat Al-Baqarah ayat 255.

Di dalam kitab Tanbihul Ghafilin ada lagi dikisahkan sebuah hadits tentang perjumpaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan Iblis la’natullah ‘alaihi, di mana ketika itu Iblis telah diperintahkan oleh Allah untuk mengajari Rasulullah tentang sepuluh jenis manusia sahabat Iblis dan sepuluh jenis yang menjadi musuhnya. Dialog antara Rasulullah dan Iblis itu menjadi pelajaran yang berharga bagi  ummat Islam sampai sekarang ini. Wallahu A’lam Bishshowa.
Senin, 27 Februari 2012 1 comments

Takengon: Dari Ikan Depik ke Perkebunan Apel

Apel Takengon










Assalamu'alaikum teman, alhamdulillah setelah masa liburan 3 hari (21-23 Januari 2012) di kota Takengon, perjalanan kali ini menghasilkan pengalaman yang begitu mengesankan. Tentunya teman-teman masih ingat dengan perjalananku yang lalu di Takengon: Kota Mangkuk di Aceh Tengah . Nah perjalanan kali ini kami --Aku, M. Fikri Fadli, Ainul Fadlan, Bang Oki Satria, Bang Andi, dan Nanda-- mengunjungi perkebunan apel di kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Kami bersama Pak Siswanto
Pak Siswanto, pria kelahiran kota Batu, Malang ini  memiliki perkebunan apel seluas 2,5 hectare. Pak Sis, begitu beliau akrab disapa, menerangkan kepada kami bagaimana jerih payah beliau untuk meyakinkan penduduk lokal bahwa tanah Aceh Tengah yang bersuhu dingin dapat ditumbuhi apel. Pengalaman pembenihan apel ini telah didapat Pak Sis sejak kecil, dimana orang tua beliau bermata pencarian sebagai petani apel di kota Batu, Malang, Jawa Timur.
Pak Siswanto beserta istri
Usaha pembenihan apel ini dimulai sejak beliau pindah dari Batu ke Aceh Tengah, 8 tahun silam. Pembenihan apel dilakukan Pak Sis dengan cara menyambung 2 tanaman apel: bagian akar dari tanaman apel lokal dan bagian atas tanaman apel dari kota Batu. Beliau mengatakan bahwa hasil dari tanaman apel tersebut cukup memuaskan, hingga saat ini  Pak Sis telah memanen kebun apelnya sebanyak 12 kali dengan hasil panen rerata per pohon hingga 70 kg. Saat ini beliau telah bekerjasama dengan pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Tengah khususnya untuk mengembangkan perkebunan ini. Beliau juga mengajak masyarakat lokal untuk membudidayakan tanaman apel terutama di wilayah dengan topografi mirip dengan wilayah Aceh Tengah.
Kelezatan tiada tara
Nah, masalah rasa, apel ini tidak kalah dengan rasa apel impor. Apel ini memiliki rasa renyah bagai keju yang khas (nyammi..) yang akan membuat saliva anda meluncur deras ketika membayangkannya :). Akhir perjalanan ini kami diundang oleh Pak Sis untuk mengikuti panen apel ke-13 pada medio Maret 2012. Semoga pada saat itu Allah swt meridhoi kami untuk mengikutinya, amin.
Rabu, 13 Juli 2011 4 comments

Takengon: Kota 'mangkuk' di Aceh Tengah


Takengon sungguh suatu kota yang berpanorama alam nan indah. Takengon merupakan ibukota kabupaten Aceh Tengah, berbatasan dengan kabupaten Bener Meriah di sebelah utara. Kota ini begitu dingin karena berada di ketinggian 200-2600 di atas permukaan laut (dpl). Beberapa objek wisata yang memukau pun ada disana, seperti danau laut tawar, gua putri pukes, bintang, air terjun Mengayang, pantan terong, pasar bawah, pusat kerajinan tangan Aceh, dll.

Alhamdulillah pada Kamis, 11 Juli 2011 kami berlima: Saya, Azmi, Suhendra, Yofli, dan Chaira memulai petualangan di kota tsb.

Hari pertama

Pada hari pertama sambil menikmati hawa sejuk dan hembusan angin gunung yang sepoi-sepoi kami mengelilingi sebagian kota dengan berjalan kaki. Di pinggir danau laut tawar, kami menemukan beberapa ekor kuda yang tengah asik makan sisa batang padi setelah panen. Tak ingin kehilangan kesempatan berfoto ditemani seekor kuda berlatar belakang danau laut tawar.

Hari kedua

Kami ditemani tiga orang teman, yaitu Ainul fadlan, Imbang, dan kak Ida. Rute perjalanan kali ini adalah danau laut tawar yang begitu indah, di pinggir danau terdapat gua putri pukes yang didalamnya terdapat patung seorang putri dan suaminya, beberapa arca, dan perkakas batu. Menurut mitos suku Gayo, putri pukes menjadi batu karena menoleh ke belakang dalam perjalanan mengikuti suaminya setelah mereka menikah. Kesetiaan sang suami membuat ia pun berdo’a agar dijadikan batu supaya dia tetap bisa tinggal bersama istrinya di dalam gua tersebut.

Setelah dari gua putri pukes, kami singgah ke danau laut tawar untuk menikmati keindahan danau vulkanik tsb. Sungguh ciptaan Allah yang maha sempurna. Pada tahun 2008, ditemukan sebuah bom dengan berat 1,5 ton oleh seorang atlet selam POSSI Aceh Tengah di dalam danau. Kemungkinan bom itu merupakan sisa peninggalan PD II. Hingga hari ini bom tsb belum berhasil diangkat ke permukaan.

Tempat selanjutnya adalah air terjun Mengayang. Air terjun tiga tingkat yang berada di kaki bukit pinggir danau laut tawar. Air terjun berair jernih dan sejuk menjadi tempat objek wisata yang tak bisa dilewatkan.

Hingga akhirnya perjalanan yang menyenangkan ini ditutup dengan berendam di kolam pemandian air hangat Bandar Lampahan. Berendam di air hangat setelah aktifitas seharian me-rilekskan badan dan pikiran.

Hari ketiga

Tentunya tidak afdhol, jika tidak membawa buah tangan apabila kita telah mengunjungi suatu tempat. Maka pada hari terakhir ini, kami berburu buah tangan berupa buah alpokat dan berbagai kerajinan tangan bermotif Aceh, mulai dari rencong, tas, dompet, gantungan kunci, hingga baju kaos bermotifkan pintu Aceh.

Alhamdulillah, sungguh suatu kesempatan yang diberikan Allah swt kepada kita hingga kita dapat mengunjungi dan mengagumi semua ciptaan Allah ini. Kami ucapkan terima kasih kepada segenap saudara/i dari teman kita Chaira, atas semua bantuan dan kebaikannya. Hanya Allah swt yang dapat membalas semua kebaikan tsb. Semoga dilain waktu kita dapat liburan di tempat yang lebih indah lagi, amin.

 
;